PSW JOMBANG (Penjaga Amanah Muallif Wahidiyah)
PSW JOMBANG
(Penjaga Amanah Muallif Wahidiyah)
Oleh:
Dr. H. Susilo Surahman, S.Ag., M.Pd., MCE.
Di tengah derasnya arus zaman, kita sering lupa bahwa ada warisan spiritual yang tak lekang oleh waktu. KH. Abdoel Madjid Ma’roef, Muallif Sholawat Wahidiyah, telah menanamkan benih kesadaran untuk kembali kepada Allah dengan penuh cinta kasih. Pesan beliau sederhana namun mendalam: “Fafirruu ilalloh – Larilah kembali kepada Allah. Jangan pernah berhenti, karena hanya dengan kembali kepada-Nya hati menjadi tenang.”
Pesan ini bukan sekadar kata-kata. Ia adalah energi spiritual yang terus hidup melalui PSW Jombang. Sejak berdiri tahun 1964, PSW Jombang menjadi garda terdepan dalam menjaga amanah Muallif: memastikan Sholawat Wahidiyah tetap diamalkan dengan adab, ikhlas, dan cinta Rasulullah. Peran ini semakin nyata ketika Mujahadah Kubro dipusatkan di Jombang, menjadikan kota ini sebagai episentrum dakwah Wahidiyah.
Mujahadah Kubro di Jombang adalah bukti nyata peran PSW. Ribuan jamaah dari berbagai daerah berkumpul, bukan hanya untuk berdoa, tetapi untuk menyatukan hati. Di sana kita belajar bahwa kebersamaan bukan sekadar hadir bersama, melainkan menyatu dalam kesadaran kolektif: kembali kepada Allah dengan penuh cinta kasih. Momentum ini menjadi pengikat ukhuwah dan penguat solidaritas umat.
Muallif pernah mengingatkan: “Jangan sekali-kali menjadikan Wahidiyah sebagai alat kepentingan pribadi. Wahidiyah adalah amanah untuk umat, untuk jami’ul ‘alamin.” Pesan ini menjadi kompas moral bagi PSW Jombang dalam membina jamaah, menyebarkan dakwah, dan menjaga adab pengamalan. Dengan prinsip ini, PSW Jombang tetap konsisten menempatkan Wahidiyah sebagai jalan spiritual, bukan alat politik atau kepentingan duniawi.
Di tengah hiruk pikuk dunia modern, PSW Jombang tetap berdiri kokoh sebagai benteng spiritual. Ia mengajak kita untuk tidak sekadar mengenang, tetapi menghidupkan kembali pesan Muallif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembinaan jamaah, penyiaran dakwah, dan pelaksanaan Mujahadah Kubro, PSW Jombang terus menyalakan api kesadaran kolektif umat.
Menjaga PSW Jombang berarti menjaga amanah Muallif Wahidiyah. Amanah itu bukan hanya milik satu generasi, melainkan warisan kolektif umat. Dari Jombang, pesan fafirruu ilalloh terus bergema, mengingatkan kita bahwa jalan lurus penuh kasih adalah jalan menuju Allah. Opini ini mengajak masyarakat melihat PSW Jombang bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai penjaga warisan spiritual yang relevan bagi kehidupan modern.
Komentar
Posting Komentar